Mendag Akui Masih Ada Beras di Atas Harga Eceran Tertinggi

Jakarta, Rifanfinancindo  ||  -- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengakui harga beras di beberapa daerah rata-rata masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) pada awal bulan ini, di antaranya Yogyakarta, Lampung, dan Riau. 


Sebelumnya, sesuai aturan Kementerian Perdagangan (Kemendag) HET beras medium diatur per wilayah. Untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi HET beras medium ditetapkan sebesar Rp9.450 per kilogram (kg).

Kemudian, untuk Sumatra lainnya dan Kalimantan Rp9.950 per kg, Nusa Tenggara Timur Rp9.500 per kg, Maluku dan Papua Rp10.250 per kg.

"Ada satu, dua provinsi yang harga (beras medium) masih di atas HET," ujarnya, usai menghadiri rapat koordinasi di kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Rabu (25/4).

Melihat hal itu, Kementerian Perdagangan langsung berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk mengucurkan beras medium ke pasar. Pasalnya, mantan politisi ini menegaskan sebelum memasuki hari pertama Ramadan 2018 yang jatuh pada 15 Mei mendatang, stok dan harga bahan pangan di seluruh wilayah Indonesia harus terkendali.

"Kami akan cek lagi besok, masih ada nggak harga beras medium yang dijual di atas HET," katanya.

Enggartiasto mengingatkan seluruh pedagang beras di pasar tradisional harus menjual beras medium sesuai HET per 13 April 2017. Kalau tidak bisa, pemerintah akan membantu untuk menyediakan pasokannya.

Lebih lanjut Enggartiasto menolak menggunakan data acuan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PPHPS) sebagai tolak ukur rata-rata harga beras medium di pasaran.

Menurut Enggartiasto, data PIHPS berbeda dengan data Kementerian Perdagangan. Padahal, data PIHPS diluncurkan oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI) pada tahun lalu dalam rangka upaya pengendalian inflasi.

Sebagai catatan, data PIHPS Nasional berisi informasi harga komoditas pangan strategis secara harian di 164 pasar tradisional di 82 kota di Indonesia, termasuk beras medium kualitas I dan II.

"Data Kementerian Perdagangan kan pantauan langsung. Itu kan data PIHPS," imbuh dia.

Rifanfinancindo  || Per hari ini, berdasarkan data PIHPS, rata-rata harga beras medium kualitas I tercatat Rp11.900 per kg. Sementara, harga beras medium kualitas II bertengger di Rp11.750 per kg. Artinya, masih di atas HET yang ditetapkan Kementerian Perdagangan.  



Baca juga :
PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA DBS TOWER |  PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu
RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
PT.RIFAN |  PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
PT.RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
RFB  || RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat 

rifan financindo || Banyak Masyarakat Belum Paham PBK 
PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA || 
pt rifan financindo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

16 Tahun Serangan “9/11”: WTC Runtuh Bukan karena Tabrakan Pesawat?

Sentimen Global Masih Ada, Rupiah Menguat di Hadapan Dolar AS

Contact Us